Alih Bahasa

Minggu, 12 Desember 2010

Menyulap Bencana Menjadi Berkah di Kali Code

DIAN YULIASTUTI | HERU CN
(Sumber: http://www.tempointeraktif.com/MINGGU, 12 DESEMBER 2010 | 21:14 WIB)


Musibah jadi berkah

     TEMPO InteraktifYogyakarta – Letusan gunung Merapi memang telah menimbulkan banyak derita bagi masyarakat Sleman dan Yogyakarta. Pasir di Kali Code, contohnya, bila dibiarkan itu bisa jadi bencana karena menimbulkan banjir. Tapi, kemarin Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X, masyarakat dan sejumlah perusahaan berusaha "menyulap" potensi bencana itu di dari Kali Code. “Mengambil pasir di Kali Code menjadi sangat penting saat ini. Sebab, kalau pasir itu tidak diambil, akan makin luas menggenangi rumah-rumah penduduk,” tegas Sultan Hamengku Buwono X saat memimpin gotong-royong pengerukan pasir Kali Code di halaman rumah susun Jogoyudan, Minggu (12/12).
            Gotong royong pengerukan pasir Merapi di Kali Code ini disonsori oleh sebuah stasiun televisi dan operator telepon seluler, PT Excelcomindo Axiata (XL). Warga memperoleh bantuan tiga buah mesin penyedot pasir, 900 serok pasir, 100 buah pacul, 50 buah sekop, 7.200 karung plastik, 20 alat pencetak batako dan 40 alat pencetak paving blok. Dengan bantuan alat-alat tersebut diharapkan pasir yang dikeruk dari aliran Kali Code bisa dimanfaatkan menjadi batako dan paving blok. Itu bisa jadi berkah tersendiri bagi masyarakat sekitar Kali Code.
            Sultan meminta warga mau memanfaatkan bantuan itu. "Alat-alat sudah disiapkan. Tinggal menggunakannya," kata dia. Sultan juga mengingatkan agar warga tak perlu takut seperti warga di lereng Merapi yang takut membersihkan kayu pinus yang hanyut. Alasan warga, "pesta" Merapi belum usai. 
            Dalam acara tersebut, XL menyerahkan tak kurang Rp 3,5 miliar dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu korban bencana Merapi.
"Untuk tahun ini keseluruhan dana CSR mencapai Rp 15 miliar, 25 persennya khusus untuk di Yogyakarta saja," ujar Presiden Direktur PT Excelcomindo Axiata Hasnul Suhaimi di sela-sela penyerahan peralatan pengeruk pasir Merapi di daerah rumah susun Kali Code Yogyakarta, Ahad (12/12). Dia juga mengatakan XL juga akan menyerahkan dana serupa di Jawa Tengah dan beberapa daerah lain yang mengalami bencana. 


XL mempunyai dana CSR rata-rata Rp 10 miliar per tahunnya. "Tetapi. Karena bencana tahun ini cukup banyak, kami tambah 50 persen jadi Rp 15 miliar," ujar Hasnul.
            Bersama Pundi Amal SCTV mereka melakukan pengerukan pasir Kali Code sepanjang lima kilometer. Mereka juga menjanjikan akan memberikan tambahan Handy Talkie kepada warga. Beruntung dalam bencana ini XL tak banyak mengalami kerugian. Untuk bencana Merapi ini, kata Hasnul, satu menara BTS di Desa Glagaharjo hancur lumat oleh awan panas Merapi. "Tapi yang lain aman," ujar Hasnul. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar