Alih Bahasa

Jumat, 03 Desember 2010

TNI Perkuat Tanggul Bantaran Kali Code

(Sumber: http://www.poskota.co.id/Jumat, 3 Desember 2010 - 7:06 WIB)
                JAKARTA (Pos Kota) – Kali Code yang mengalir di sepanjang kota Yogyakarta kini menjadi ancaman bagi masyarakat sekitar  yang bermukim di sepanjang bantaran sejauh 300 meter. Ancaman bahaya lahar dingin ini akibat penumpukan material vulkanik Merapi yang masih tertahan di  puncak dan menutup berbagai permukaan kali yang berhulu di puncak Gunung Merapi.
                Tercatat ada tiga kali besar seperti Kali Gendol, Boyong dan Kuning yang tertimpa material Merapi, sehingga menimbulkan kerawanan sekaligus ancaman lahar dingin yang mengalir disepanjang pemukiman warga. Untuk menanggulangi bahaya lahar dingin tersebut, Satgas TNI Penanggulangan Bencana Merapi yang saat ini masih aktif melakukan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di sebagian wilayah Jateng dan DIY melakukan perkuatan tanggul-tanggul sungai yang mengalir di sekitar pemukiman warga.
                Perkuatan tanggul di bantaran Kali Code dilakukan dengan penambahan karung-karung pasir di atas tanggul-tanggul yang memisahkan sungai dengan pemukiman warga. Salah satu lokasi yang menjadi hot spot ancaman  lahar dingin Merapi adalah di desa Gondolayu, tepatnya di dekat Jembatan Sarijito Kota Baru – Yogyakarta.
                Di lokasi tersebut ratusan prajurit  TNI dari berbagai kesatuan melakukan  pengisian  karung-karung pasir untuk memperkuat tanggul bantaran Kali Code.  Disamping itu ribuan karung pasir juga digunakan untuk mengalihkan aliran Kali Code guna kepentingan pemasangan  gronjong  akibat adanya longsoran di atas Kali Code tersebut. Pendangkalan Kali Code akibat timbunan material Merapi menyebabkan aliran air meluap melewati tanggul yang telah ada, dan karena volume air yang melimpah maka banjir di rumah warga yang berada di sekitar Kali Code tidak dapat dihindarkan.
                Turunnya material Merapi yang mengalir lewat aliran sungai tidak hanya menimbulkan bencana banjir yang merupakan bahaya sekunder akibat erupsi Gunung Merapi. Beberapa jembatan yang ada di daerah bahaya Merapi seperti Magelang dan Boyolali juga mengalami kerusakan akibat  tergerus aliran air yang bercampur material Merapi.
Padatnya curah hujan yang turun pasca erupsi Merapi perlu mendapatkan perhatian bagi seluruh warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun pengguna jalan yang melintas di atas jembatan yang dibawahnya mengalir sungai-sungai yang membawa material dari puncak Gunung Merapi.(puspen/syamsir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar